Tampilkan postingan dengan label good place :*. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label good place :*. Tampilkan semua postingan

Selasa, 31 Desember 2013

Top Destination #1 Mount Semeru

Bukit Teletubbies





Pos Ranu Pani
Ranu Pani
Kampung Pendaki Ranu Kumbolo
Ranu Kumbolo
Tanjakan Cinta
Oro Oro Ombo
Sumber Air Sumbermani
Sunrise Puncak
Sunrise Puncak
Negeri di Atas Awan
Pemandangan dari puncak

Jalur Puncak-Kalimati
Edelweis

Senin, 30 Desember 2013

Great City #3 ~ Florence

1. Piazza Del Duomo
Piazza Del Duomo (sumber: milanitaly.ca)


Terletak di jantung kota, tempat ini merupakan ruang publik paling terkenal di Florence. Ia dikelilingi oleh Cupola Duomo, katedral besar yang didesain oleh Brunelleschi. Piazza Del Duomo menandai daerah pusat kota Florence. Berbentuk persegi panjang, Piazza Del Duomo mencakup beberapa bangunan penting dari Milan, seperti Galleria Vittorio Emanuele II.


2. Galleria degli Uffizi
Galleria degli Uffizi (sumber: hotelfree.it)
Tempat ini merupakan museum seni terbesar dan tertua di Florence. Memiliki 45 ruangan dengan 2 galeri, ditunjang dengan koridir bersejarah yang tak boleh terlewatkan selama berkunjung ke sini. Galleri ini memiliki beberapa koleksi utama yang bisa Anda lihat saat berkunjung. Koleksi tersebut adalah lukisa karya Leonardo da Vinci dan Michelangelo.


3. Palazzo Vecchio

The facade of Palazzo Vecchio

Dengan gaya militer abad ke-14 ditunjang dengan menara setinggi 308 kaki, istana yang menyerupai benteng ini layak dikunjungi. Nikmati lukisan fresco di dinding zaman kekuasaan keluarga Medici.


4. Galleria dell'Accademia
Photo of Galleria dell\

Ia merupakan galeri kedua di Florence yang ramai dikunjungi. Menyimpan tujuh karya terbaik Michaelangelo dan koleksi lukisan sejumlah pelukis era Renaissance seperti Benozzo, Gozzoli, Botticelli, Fillippino Lippi, Perugino, dan banyak lainnya.


5. Piazza Repubblica


Salah satu ruang publik yang populer di kalangan turis karena kenyamanannya untuk menikmati waktu santai. Sambil menikmati espresso dan kue, pengunjung seakan dibawa ke suasana kota dimana banyak seniman berkarya di era abad ke-19.


6. Museo Nazionale del Bargello


Museum nasional ini berdiri di abad ke-13 dan menyimpan sejumlah koleksi seni berharga, salah satunya karya pertama Michaelangelo yang berjudul Bacchus. Karya seniman lainnya yang juga bisa dilihat adalah Ghiberti, Donatello, Brunelleschi, Verrocchio, Cellini dan Giambologna.


7. Giardino di Boboli

Giardino di Boboli (sumber: gardenvisit.com)


Bertempat di area bukit dekat Palazzo Pitti, area taman umum ini menyajikan pemandangan khas Italia yang tradisional dan orisinil. Dikatakan di amphitheater taman inilah sejarah seni opera dimulai.

8. Oltrarno
Lovely street fountain in Oltrarno

Dari sekian banyak perumahan di Florence, area ini terbilang paling berwarna dan indah bagaikan lukisan. Terletak di sisi selatan sungai Arno, area ini menyajikan pemandangan jalan setapak dari bebatuan, toko barang antik, hingga restoran yang menarik. Banyak yang menganggap kebudayaan asli Florence tersisa di sini.


9. Piazzale Michelangelo
Piazzale Michelangelo (dok. wolipop)

Bagi penduduk setempat, area ini memiliki sudut pandang terbaik untuk melihat keseluruhan kota. Ditunjang dengan panorama indah matahari terbenam Florence, banyak turis mendatangi tempat ini. Banyak pula toko suvenir yang menjual replika patung Michaelangelo yang berjudul David.


10. Ponte Vecchio
Ponte Vecchio (dok. wolipop)

Ponte Vecchio yang berarti jembatan tua bertempat di Mercato Nuevo. Anda bisa melihat bagian Florence yang paling klasik di sini, diperkuat dengan arsitektur jembatan dari tahun 1345. Kini jembatan tersebut diramaikan oleh para pedagang perhiasan hingga koleksi fashion.

Sabtu, 26 Oktober 2013

Great City #2 Venice



Grand Canal

The Grand Canal or Canal Grande winds through the heart of Venice. It's over 21/2 miles (3 km) long and full of vaporetti, barges, water taxis and gondolas. Bordering the canal are beautiful palazzi, mostly dating from the 14th to the 18th century. You can admire them by taking a gondola ride or more cheaply by taking vaporetto no 1 from front of Santa Lucia railway station. Three beautiful bridges span the canal        
                                              (Scalzi, the Rialto and Accademia).
 


Basilica di San Marco

This is where the Byzantine meets the Western art. Basilica di San Marco is one of the most beautiful buildings in the world and the most important church in Venice. It was built over several centuries, starting in 832. Inside, the basilica is covered in splendid Byzantine mosaics (only illuminated at certain times). There is an entrace fee for the treasury and for Pala d'Oro (the main altarpiece made of gold and precious stones) and to see the four ancient bronze horses kept in the Museo della Basilica (the ones on the balcony are copies). From the balcony one can get a nice view of the Piazza.
 


Rialto Bridge

Until the 19th century this was the only bridge between the two sides of the Grand Canal. The bridge as we see it today was built in the 16th century when a competition took place to chose the design of the new bridge to replace an older structure. Michelangelo was among the contenders but the competition was won by Antonio da Ponte. This is one of the centers of activity in Venice and everywhere on the islands there are signs indicating the direction for the Rialto bridge. The bridge is a good place to watch the activity on the Grand Canal at any hour of the day.
 


The Doge's Palace

The Doge's Palace was built in the early 9th century as a fortress. It was afterwards rebuilt in the 12th century and modified again in the 14th and 15th century. Its facade as we can see it today is a Gothic masterpiece in pink and white marble. From its early days, the Doge's Palace served as the seat of the government, the Palace of Justice, the prison and the home of the doge. The doge was the elected ruler of the Republic, but its role was rather that of a figurehead. Inside the palace the halls are lavishly decorated with many of the paintings representing the eternal glory of La Serenissima. Many of the works are by Venice's most renowned artists like Veronese and Tintoretto.
 


Islands of the Lagoon: Murano

Like Venice, Murano is made up of smaller islands connected by bridges. It is known all over the world for its glasswork. The glasswork manufacturing started in the 12th century and in the 15th and 16th centuries Murano was the main glass producer in Europe. This craft continues today and the main attraction of Murano is to watch the glass artisans at work. Many small factories line the Fondamenta dei Vetrai, the street that starts at the Colonna landing stage. We went there on a Saturday and found out that many factories are closed over the weekend. Still we managed to find one that was open and witnessed the glass blowing of a horse. All these factories have a showroom where they sell glass (no obligation to buy, of course). There is also a Glass Museum (Museo Vetraio) that one can visit. Murano can be reached by vaporetto.
 


Islands of the Lagoon: Burano

Burano is another small island of the Venetian lagoon. The same way as Murano is known for its glasswork, Burano is known for its lace. As soon as you leave the vaporetto's landing stage you'll see the vending stalls that sell lace and linen. The island is quite small and densely populated and the houses that line the streets are painted in bright colors which makes the stroll very enjoyable. The main thoroughfare is Via Baldasarre Galuppi which ends into a beautiful piazza. Here you can find the Lace Museum (Museo del Merletto) where you can find out more about this craft.
 


Islands of the Lagoon: Lido

Lido is a slender island located between the lagoon and the open sea. The only reason to visit this island is to go to the beach. It has no notable architecture but if you want to relax on the beach, after all that walking in Venice, then this is the place to do it. From Venice you can reach Lido by vaporetto.

Sabtu, 24 Agustus 2013

Great City #1 PARIS




1. Eiffel tower
http://syanimasinta.files.wordpress.com/2009/06/paris.jpg
Tempat wisata ini adalah hasil rangkaian 18.083 besi yang dibangun antara 1887 dan 1889. Meski dibangun untuk merayakan seabad revolusi Perancis, pembuatannya sendiri mengundang kritik dari seluruh Perancis. Kalangan seniman menilai tidak adanya keindahan dari Eiffel, sedang para arsitektur mendebat ketahanan angin pada strukturnya. Meski begitu, ikon Perancis ini tetap setia dikunjungi jutaan orang setiap tahun. Mungkin lebih banyak orang yang ingin melihat Paris dari ketinggian 275 meter lewat Dek Observasi, termasuk Tom Cruise yang melamar Katie Holmes di restoran yang terkenal romantis. 


2.Arch de Triomphe
http://www.gladeexplorers.com/images/Arch_de_Triomphe.jpg
Di ujung lain Champ Elysee, tempat wisata yang akan agan temukan adalah bangunan menyerupai gapura besar. Arch de Triomphe dibangun Napoleon pada 1806 sebagai simbol kemenangan Perancis. Sayangnya, "Si Pendek" Napoleon keburu digulingkan sebelum bangunan ini rampung didirikan. 
3.Champ Elysee 

Menjadi salah satu kawasan elit di Paris yang digunakan sebagai tempat wisata. Di sini agan akan menemukan etalase berisi barang dan parfum ternama, selain cafe-cafe mahal yang berjejer di sepanjang jalan. Kenyamanan pedestrian juga terjamin, mengingat lebarnya bagian trotoar di sini. Dulunya, bilangan ini pernah digunakan tentara Sekutu untuk berpawai merayakan kemenangan pada PD II. 
4.Place de la Concorde 
http://www.gothereguide.com/Images/France/Paris/Place_de_la_Concorde_obelisk.jpg
Lain lagi dengan cerita Place de la Concorde . Tempat wisata yang merupakan alun-alun terluas di Paris ini, dibangun pada 1755 di lahan seluas 86.400 meter. Ciri khas tempat ini adalah monumen dan air mancur. Dulunya, kaum bangsawan tertawa-tawa sambil menonton eksekusi terbuka para penjahat hingga penentang kerajaan. Pasca Revolusi Perancis, ganti wajah-wajah para borjuis itu yang murung menghadapi eksekusi. Nama tempat wisata ini sendiri berubah beberapa kali. Dimulai dari "Place Louis XV", "Place de la Révolution", dan terakhir "Place de la Concorde" sebagai simbol rekonsiliasi. 
5.Musee Du Louvre
http://artfiles.art.com/5/p/LRG/21/2163/6VCCD00Z/roy-rainford-musee-du-louvre-and-pyramide-paris-france.jpg
Museum Louvre merupakan salah satu museum seni terbesar di seluruh dunia. Jika anda tidak menyukai seni, tetapi ingin memenuhi rasa ingin tahu anda akan lukisan Monalisa (di Paris disebut "la joconde"), atau mungkin tertarik karena buku "The da vinci Code", anda tetap harus masuk ke museum ini. Dahulu gedung yang dijadikan museum Louvre adalah istana (Palais de Louvre) yang dibangun tahun 1190 dan mengalami tahap penyelesaian menjadi seperti gedung yang terlihat saat ini di tahun 1870. Dan tahun 1989 arsitektur Amerika asal China, I.M Pei membuat piramida kaca yang dijadikan salah satu dari 3 pintu masuk.
Untuk bisa menikmati Museum yang memamerkan lebih dari 35000 obyek seni dari jaman pra-sejarah hingga abad ke-19 ini, anda harus datang pagi-pagi sekitar jam 09.00 karena antrian yang panjang, dan anda pasti tidak akan menyia-nyiakan uang 9 euro anda setelah membayar tiket masuk.
6. Pont des Arts

pont-des-arts-lune-7
pont_des_arts_locks_02
pont des arts

7. Jardins du Trocadero

Jardins du Trocadero2
Jardins du Trocadero

8. Pont Marie

pontmarie
pontmarie2

9. Parc des Buttes Chaumont

Parc des Buttes Chaumont

10. Le mur des je t’aime

Dinding dengan tulisan ‘ I LOVE YOU’ dengan menggunakan 311 bahasa.
Le mur des je taime3
Le mur des je taime2

11. Tuileries Gardens

Paris-Tuileries_Gardens

Paris-Tuileries_Gardens-2

12. De Medici Fountain

Medici Fountain or Fontaine de Medicis, Jardin du Luxembourg, Paris, France
http://www.terrysmithimages.com/