Minggu, 16 Maret 2014

Mencintai dalam Diam...

"Mencintai seseorang bukan hal yang mudah. Bagi sebagian orang, termasuk saya, mencintai orang merupakan proses yang panjang dan melelahkan."

Lelah ketika kita dihadapkan pada suatu keadaan yang tidak seimbang antara akal sehat dan nurani. Lelah ketika kita harus berlaku normal meski semuanya menjadi abnormal. Lelah ketika mata menjadi buta akibat dari perasaan yang membius tanpa ampun. Lelah ketika imajinasi menjadi liar oleh khayalan yang terlalu tinggi. Lelah ketika pikiran menjadi galau oleh harapan yang tidak pasti. Lelah untuk mencari suatu alasan yang tepat untuk sekedar melempar sesimpul senyum atau sebuah sapaan "apa kabar...". Lelah untuk secuil kesempatan akan sebuah momen kebersamaan. Lelah untuk menahan keinginan untuk melihatnya. Lelah untuk mencari secuil kesempatan menyentuh atau membauinya. Lelah dan Lelah dan Lelah...

Hanya sebuah sikap Diam dan keheningan yang lebih saya pilih. Diam menunggu sang waktu memberi momen. Diam untuk mencatat segala yang terjadi. Diam untuk memberi kesempatan otak kembali dalam keadaan normal. Diam untuk mencari sebuah jalan keluar yang mustahil. Diam untuk berkaca pada diri sendiri dan bertanya "apakah aku cukup pantas?". Diam untuk menimbang sebuah konsekuensi dari rasa yang harus dipendam. Diam dan dalam Diam kadang semuanya tetap menjadi tak terarah. Dan dalam Diam itu pula, saya menjadi gila karena sebuah rasa dan pesona tetap mengalir.

Sayangnya, dalam keheningan dan diam yang saya rasakan, lebih banyak rasa Galau daripada sebuah usaha untuk mengembalikan pola pikir yang lebih logis. Galau ketika mata terus meronta untuk sebuah sekelebat pandangan. Galau ketika mulut harus terkatup rapat meski sebuah kesempatan sedikit terbuka. Galau ketika mencintai menjadi sebuah pilihan yang menyakitkan. Galau ketika mencintai hanya akan menambah beban hidup. Galau ketika menyadari bahwa segalanya tidak akan pernah terjadi. Galau ketika tanpa disadari harapan terlanjur membumbung tinggi. Galau ketika semua bahasa tubuh seperti digerakkan untuk bertindak bodoh.

Apakah mencintai seseorang senantiasa membuat orang bodoh? Tentu tidak. Namun itu pula yang saya rasakan selama ini. Dalam kelelahan, diam, dan kegalauan yang saya rasakan selama ini, ada rasa Syukur atas berkat dari Sang Hidup atas apa yang saya alami. Syukur ketika rasa pahit menjadi bagian dari mencintai seseorang. Syukur ketika berhasil memendam semua rasa untuk tetap berada pada zona diam. Syukur untuk sebuah pikiran abnormal namun tetap bertingkah normal. Syukur ketika rasa galau merajalela tak terbendung. Syukur ketika rasa perih tak terhingga datang menyapa. Syukur karena tak ditemukannya sebuah nyali untuk mengatakan "aku mencintaimu". Syukur ketika perasaan hancur lebur menjadi bagian dari mencintai. Syukur ketika harus menyembunyikan rasa sakit dan cemburu dalam sebaris ucapan "aku baik-baik saja". Syukur atas rahmat hari yang berantakan akibat rasa pedih yang teramat dalam. Akhirnya, bagi saya, keputusan untuk mencintai melalui sebaris doa menjadi pilihan yang pantas. Setidaknya, mencintai secara tulus dalam doa, akan menjadi lebih bermakna. Karena saya diteguhkan justru menjadi berkat atas segala rasa perih yang ada di dalam diri.

Dalam doa akhirnya saya kembalikan semua kepada Sang Hidup. Bahwa terkadang akal dan perasaan campur aduk tak karuan arahnya. Bahwa saya juga bukan manusia super. Bahwa saya juga tidak bisa berlaku pintar sepanjang waktu, setiap hari. Bahwa saya juga punya kebodohan yang kadang susah untuk diterima akal sehat. Bahwa dengan segala kekurangan yang ada, saya berani mencintai. Bahwa saya bersedia membayar harga dari mencintai seseorang. Bahwa saya bersedia menanggung rasa sakit yang luar biasa. Bahwa saya mampu untuk tetap hidup meski rasa perih terus menjalar. Bahwa saya masih memiliki rasa takut akan kehilangan dalam hidup.

Dan hari ini, dari semua pembelajaran yang telah saya terima, berkembang menjadi sebuah bentuk kepasrahan. Sebuah zona yang terbentuk karena saya merasa tidak berdaya. Dimana saya merasa tidak memiliki kemampuan untuk membuat segalanya menjadi mungkin. Dimana saya tidak berani untuk membangun sebuah harapan. Dimana saya tidak berani untuk mengatakan "aku mencintaimu, mari kita pastikan segalanya, dan semuanya, hanya untuk kita berdua saja.".

Dan ini adalah pilihan terakhir yang saya miliki. Mencintai dalam kepasrahan, tanpa berharap, dan tanpa meminta. Meski sangat susah dan hampir mustahil bagi saya untuk tidak mengingatnya. Semoga saya bisa.
Dan hingga hari ini, saya masih mencintai dia. Saya sadar akan hal itu memberi rasa perih yang teramat dalam. Karena bagi saya, lebih susah untuk tidak mencintainya. Dalam perjalanan yang melelahkan, dalam diam dan keheningan. Dan tentunya dalam sebuah kepasrahan yang teramat dalam.

Dari saya yang mencintaimu dalam diam...

Rabu, 15 Januari 2014

Altitude 3676 Takhta Mahameru ~ Azzura Dayana

Judul buku : Altitude 3676  Takhta Mahameru

Penulis : Azzura Dayana

Penerbit : Indiva

ISBN : 978-602-8277-92-1

Tebal halaman : 416 cm

Ukuran : 20 cm

Harga : Rp 59.000




It’s autumn, uhm?
Path is past
This lost area between us



Mengejar jejak sebuah email, telah membawa Faras menjelajah satu tempat ke tempat lain. Dari Borobudur hingga Tanjung Bira. Hanya untuk mencegah luapan dendam sebuah hati yang merasa memiliki sepuluh alasan untuk membunuh ayahnya.
Namun, dengan sepuluh alasan pulalah Raja Ikhsan, sang pemilik dendam, akhirnya berhasil menguarkan dendam itu di puncak Mahameru. Dan, di altitude 3676, ketinggian 3676 meter di atas permukaan laut, Raja Ikhsan tak sekadar menjumpai sebuah ketundukan, tetapi juga beningnya sebuah cinta dan keikhlasan.



this is a great book, really.
You all must read it :D Enjoy everyone!

Sabtu, 11 Januari 2014

"Rumah di Seribu Ombak" Erwin Arnada

seribu-ombak

Judul: Rumah di Seribu Ombak
Penulis: Erwin Arnada
Jumlah Halamanan: 398 hlm
Ukuran: 14,5 x 21 cm
Harga: Rp55.000 (w/out tax)
ISBN: 979-780-536-0

Tahukah kau mengapa Tuhan menciptakan langit dan laut? Semata agar kita tahu, dalam perbedaan, ada batas yang membuat mereka tampak indah dipandang.

Aku melihat lagi langit di atas Laut Lovina. Kenangan bersamamu menyerbu masuk ke ingatanku. Laut dan mimpi-mimpi kita. Apa kabar hidupmu?

Kita memang berbeda. Aku tahu. Sama tahunya seperti dirimu. Warna yang mengalir di nadimu tak sewarna dengan yang mengalir di nadiku. Namun, bukankah kita tak pernah bisa memilih dengan warna apa kita lahir? Kita lahir, lalu menemukan tawa bersama. Menyatukan cerita bersama. Menjumputi mimpi bersama.

Mengapa kini kau lari menjauh?

Lalu, apa kabarmu? Mengangakah masih lukamu yang dulu? Atau, kini sudah terpilihkan bagimu akhir yang bahagia? Maafkan aku. Maafkan karena tak bisa selalu menjadi laut yang tetap menyimpan rahasiamu.

"Versus" Robin Wijaya

Penulis: Robin Wijaya


Ukuran: 13 x 19 cm
Tebal: viii + 400 hlm
Penerbit: GagasMedia
ISBN: 979-780-670-7
Harga: Rp55.000,-(w/out tax)

AMRI
"Perselisihan ini tidak akan pernah selesai. Dan aku tahu, kami akan selalu hidup dalam bayang-bayang pertikaian. Lalu, ini adalah cerita turun-temurun yang diwariskan dari generasi-generasi sebelum kami."
CHANDRA
"Menjadi dewasa itu mengajarkan gue kalau hidup itu nggak pernah jadi lebih mudah. Lo harus siap menghadapi segala hal yang sama sekali nggak menyenangkan.
BIMA
"Saya berkutat dalam masalah mereka yang membenci perbedaan. Saya tidak sedang berusaha mencari kesamaan atau membuat persamaan agar kita bisa saling menerima. Saya berusaha hidup di antara itu semua. Hidup di antara perbedaan."
Versus adalah kisah persahabatan tiga orang lelaki. Tiga orang muda yang punya sudut pandang dan prinsip masing-masing. Dengarkanlah baik-baik karena mereka akan mulai bercerita. Tentang perbedaan, kebersamaan, dan pemikiran yang satu.

Nyaman ~ D'Masiv

Engkau sungguh luar biasa
Kau mampu buatku terpikat
Sungguh tak pernah terbayangkan
Karena kini ku telah memilikimu

Nyamannya bahagianya
Bila kau selalu ada disampingku
Akan sangat menyakitkan
Jika sampai engkau menjauh dariku

Yakin kau terlahir untukku
Percaya ku terlahir untukmu
Sungguh tak pernah ku sangkka
Akhirnya kau menjadi milikku


Nyamannya bahagianya
Bila kau selalu ada disampingku
Akan sangat menyakitkan
Jika sampai engkau menjauh dariku


pertama kali denger lagu ini langsung suka :)
liriknya bagus banget

It's My Party ~ Jessie J


You're stuck in the playground and I'm a grown woman now
Considering you hate me, you're stalking like you made me
So why you acting like you're tough
But now I thought you'd had enough
Don't you get tired of being rude
Awww, Come and give me a hug dude

Let's go!

It's my party, I do, do what I want (do, do what I want)
So while you sit and watch me
I keep dancing alone, da-dancing alone
So put this record on and keep it going 'til I say, "Stop!"
If you were wondering if I give a damn, well, I do not
'Cause it's my party, I do, do what I want (do, do what I want)

I think it's time you realize
You're only wasting your time
Addicted to attention, you need an intervention
So while you acting like you're sick
Sitting around and talking shit
Don't you get tired of being alone

Awww, your only friend is your phone

OW! It's my party, I do, do what I want (do, do what I want)
So while you sit and watch me
I keep dancing alone, da-dancing alone
So put this record on and keep it going 'til I say, "Stop!"
If you were wondering if I give a damn, well, I do not
'Cause it's my party, I do, do what I want (do, do what I want)

You think I speak too much, I don't care, don't care
You think I tweet too much, I don't care, don't care
You think my clothes are crazy, I don't care, don't care
Well maybe I'm crazy, cray cray cray c'mon!

It's my party, I do, do what I want (do, do what I want)
So while you sit and watch me
I keep dancing alone, da-dancing alone (alone)
So put this record on and keep it going 'til I say, "Stop!"
If you were wondering if I give a damn, well, I do not
'Cause it's my party, I do, do what I want (do, do what I want)

the up beat's rhythm cheers me up

Six Degrees of Separation ~ The Script


You've read the books,
You've watched the shows,
What's the best way no one knows, yeah,
Meditate, get hypnotized.
Anything to take from your mind.
But it won't go, ohhhh ohhh
You're doing all these things out of desperation,
Ohhh ohhh,
You're going through six degrees of separation.

You hit the drink, you take a toke
Watch the past go up in smoke, yeah
Fake a smile, yeah, lie and say that,
You're better now than ever, and your life's okay
When it's not. No.
You're doing all these things out of desperation,
Ohhh ohhh,
You're going through six degrees of separation.

First, you think the worst is a broken heart
What's gonna kill you is the second part
And the third, Is when your world splits down the middle
And fourth, you're gonna think that you fixed yourself
Fifth, you see them out with someone else
And the sixth, is when you admit you may have fucked up a little

(Oh no there ain't no help, it's every man for himself)
(No no there ain't no help, it's every man for himself)

You tell your friends, yeah, strangers too,
Anyone who'll throw an arm around you, yeah
Tarot cards
Gems and stones,
Believing all that shit is gonna heal your soul.
Well it's not, no, wohhhh

You're only doing things out of desperation,
Ohhh no,
You're goin' through six degrees of separation.

First, you think the worst is a broken heart
What's gonna kill you is the second part
And the third, Is when your world splits down the middle
And fourth, you're gonna think that you fixed yourself
Fifth, you see them out with someone else
And the sixth, is when you admit you may have fucked up a little

No there's no starting over,
Without finding closure, you'd take them back,
No hesitation,
That's when you know you've reached the sixth degree of separation

Oh, no there's no starting over,
Without finding closure, you'd take them back,
No hesitation,
That's when you know you've reached the sixth degree of separation

First, you think the worst is a broken heart
What's gonna kill you is the second part
And the third, Is when your world splits down the middle
And fourth, you're gonna think that you fixed yourself
Fifth, you see them out with someone else
And the sixth, is when you admit you may have fucked up a little

No, no, there ain't no help
It's every man for himself
You're goin' through six degrees of separation

No, no, there ain't no help
It's every man for himself
You're goin' through six degrees of separation

No, no, there ain't no help
It's every man for himself

old song but still good to be listened to :3