Tampilkan postingan dengan label uuh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label uuh. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 Januari 2016

Semester 5 :'(

Afternoon all!

Coba tebak mau ngebahas apa aku kali ini?
Haha udah keliatan banget yaa dari judulnya. Yup! Bener, aku mau curhat tentang semester 5 yang super duper bikin sediiiih :(

Btw dua minggu ini aku masih ujian akhir semester. Tapi udah kebayang nilai ip ku semester ini bakalan turun huhuhu. Sebel aja sih ga sesuai harapan banget dari nilai tugas, kuis, ujian yang udah dikasi tau nilainya, semuanya jelek jelek.. Aah pengen nangis mulu jadinya :'( *semangatin dong*

Tapi ya mau gimana lagi, everything has been done dan tinggal beberapa mata kuliah aja yang masih bisa diperjuangkan di sisa uas ini. But I'm hoping that there's still a miracle. Only Allah can help me and my gpa.. semoga bisa lulus di semua mata kuliah dengan nilai memuaskan :) aamiin

So, bye everyone.

Sabtu, 03 Oktober 2015

Sebuah Sajak

Kamu
Pergilah ke tempat yang kau mau
Bersama orang-orang baru
Karena kutahu
Aku tak bisa mengikutimu
Tapi ingatlah sesuatu
Kemanapun kakimu menuju
Hanya ada satu pintu 
Tempatmu pulang menunggumu
Itu rumahmu
Aku

*loh kok baper? hehe

Selasa, 07 Juli 2015

eemmm...

I know its gonna be hard and harder for me to face it all. Tears just another way to show this kinda situation. But you know I can do nothing to get back what we used to be. I still remember every particular thing about the old us. And I will never forget it. The bad news is I cant stop wondering if those sweet memories could be happened one more time and I will do my best to make sure that everything is right. Thats my problem, actually.
Yaa Allah.. please give me the chance to give my best, give me strength to follow your way, give me a help to get up when i fall, give me Your blessing in every single step i take.. forgive me and all my beloved ones yaa Allah, and thank you for the love You gives to us :')
I will always believe in Allah, forevermore

Rabu, 04 Februari 2015

my way or ours?

I know that this is hard, for me it is really hard to live my life on this way. But, i always have my Allah besides me. I do believe that one day we'll meet again for the second time, to walk along together, or just say hello then going through a different direction, as a good friend.

~tumblr~

Senin, 17 November 2014

Musim Pertanyaan

     Musim pertanyaan. Sedangkan musim jawaban belum lagi tiba. Masih jauh serupa negeri di kutub paling dingin di selatan. Dengan apa kujawab sebuah tanya, kalau burung-burung pun bersembunyi dan tak bisa kuajak berbicara.
     Menceritakan musim: kau tahu apa artinya lembayung? Ingatkah kau pada wajah yang mendung? Lalu, masihkah kaki kita bisa menapak ke ketinggian dan tangan kita berpegang erat pada cadas-cadas yang menyembul di dinding tebing? Masihkah ada padang suryakencana dan lembah mandalawangi, serta hamparan edelweiss yang mengiangkan sebuah janji lagi di teluk sunyi?
     Menceritakan wajahmu: kau serupa perdu, tapi herannya, padamu aku tetap menggantung. Kau selipkan semangat di genggaman tanganku yang terkelupas ketika aku pergi. Matamu penuh air, tapi aku selalu tak punya pelangi untuk menghapusnya.
     Masih mendaki gunung dan belum bertemu kebijaksanaan pada setiap langkah kaki. Musim masih pagi, tanya terlalu banyak dan kabut menyisa pekat. Bukankah timur dan barat adalah milik Allah adanya? Maka ke mana perginya dirimu untuk berhijrah, niscaya Ia selalu sediakan untukmu tempat berteduh yang luas dan rezeki yang banyak.
     Aku masih berpegang pada cadas-cadas itu-bahkan. Ke mana lagi selain untuk mengelus hatimu dan menuju maaf-Nya. Jika tidak tersedia kursi dari kayu untukku duduk, aku akan menebas hutan dan mengumpulkan ranting, tidur bersama daun. Bahkan, jika telaga telah kering ketika aku tiba nanti, aku masih bisa menyeret kaki dan rela menjadi pengemis yang menadah sambil menangis-tidak akan malu menadah: sebab kerajaan-Nya itu masih banyak menyimpan air.

Altitude 3676~Azzura Dayana

Aku akan mencintaimu...

"Aku akan mencintaimu sampai si bisu berbicara kepada si tuli bahwa si buta melihat si lumpuh berjalan..."

quote ini sederhana tapi kesetiaan yang terkandung di dalamnya membuat kata-kata ini terangkai indah :')

You know that?

Banyak orang di luar sana yang lebih baik dari pasanganmu, lalu kamu menjadi ragu. Kamu pikir kamu bisa mendapatkan yang lebih baik? Kamu lupa, banyak orang yang lebih baik dari kamu, tapi dia memilihmu...

think again!

Hidup itu Pilihan

Pepatah bilang 'Hidup itu pilihan'. Jadi, nggak salah kan kalo kita memilih pilihan yang buat diri kita ngerasa lebih nyaman?

Sabtu, 30 Agustus 2014

Pulau Rasa

Dahulu, ada sebuah pulau yang dihuni berbagai rasa. Ada yang bernama Kemarahan, Kesedihan, Cinta, dan sebagainya. Semuanya hidup berdampingan dengan damai tanpa ada singgungan di antara mereka. Suatu hari, pulau tersebut dikabarkan akan segera tenggelam dalam beberapa hari ke depan. Semua penghuni pulau itu sibuk menyelamatkan diri mereka masing-masing. Akhirnya, keputusan yang mereka ambil adalah berpindah ke lain pulau.

Di antara hiruk pikuk suasana kebingungan yang ada, ada sesosok yang masih tidak tahu harus berbuat apa. Cinta. Cinta tidak dapat berpaling, pergi meninggalkan pulau itu, walaupun ia sudah mencoba. Ia merasa amat berat meninggalkan pulau yang selama ini telah menjadi tempat dimana semua kehidupan, kenangan, dan impiannya tumbuh indah di sana. Kemudian Cinta bertanya kepada Kemarahan bagaimana cara agar Ia dapat pergi dari pulau itu. Bukannya mendapat jawaban, Cinta malah mendapat ocehan dari Kemarahan.

Tidak patah arang, Cinta menanyakan hal yang sama kepada Kesedihan. Karena Kesedihan yang teramat sedih, Cinta pun tidak mendapat jawaban. Lalu, Ia mendatangi Kesombongan, dan lagi-lagi Ia tidak dihiraukan karena Kesombongan masih sangat sibuk dengan membanggakan dirinya. Dari semua orang yang didatanginya, tak ada satu pun yang mampu menjawab pertanyaannya.

Akhirnya, Cinta berpasrah diri. "Jika memang ini takdirku untuk tenggelam bersama pulau ini, maka aku ikhlas. Aku akan tetap bersama pulau ini." katanya. Tidak lama kemudian, datang seseorang yang menawarkan bantuan kepada kepadanya. Orang asing itu memperkenalkan diri. "Aku bukan Kesedihan, bukana Kemarahan, atau Emosi. Namaku adalah Waktu. Aku yanng akan membantumu Cinta. Aku akan menyelamatkanmu dari tenggelamnya pulau ini."

Memang benar, hanya dengan berjalannya Waktu, Cinta dapat selamat dari tenggelamnya pulau itu. Ya, Cinta memang perasaan yang terlalu indah untuk disakiti. Jika Ia harus meninggalkan pemiliknya, itu bukan karena Ia memang ingin pergi. Akan tetapi kebohongan, pengkhianatan, dan tidak adanya penerimaan yang tuluslah yang mengusirnya dari hati kita. Karena hanya Waktu yang mampu memahami dan membuktikan betapa besar dan sejati kesungguhan Cinta itu. Dan hanya Waktu jugalah yang akan memberikan kesembuhan bagi Cinta yang tersakiti.

Jumat, 29 Agustus 2014

The Way You Look at Me ~ Christian Bautista

No one ever saw me like you do
All the things that I could add up too
I never knew just what a smile was worth
But your eyes say everything without a single word

'Cause there's something in the way you look at me
It's as if my heart knows you're the missing piece
You make me believe that there's nothing in this world I can't be
I never know what you see
But there's something in the way you look at me

If I could freeze a moment in my mind
It'll be the second that you touch your lips to mine
I'd like to stop the clock, make time stands still
'Cause baby this is just the way I always wanna feel


'Cause there's something in the way you look at me
It's as if my heart knows you're the missing piece
You make me believe that there's nothing in this world I can't be
I never know what you see
But there's something in the way you look at me

I don't know how or why I feel different in your eyes
All I know is it happens every time

'Cause there's something in the way you look at me
It's as if my heart knows you're the missing piece
You make me believe that there's nothing in this world I can't be
I never know what you see
But there's something in the way you look at me

The way you look at me...

so romantic :) this is one of the most favorite song ever
Is there anyone want to sing it for me? hopefully 'he' will hehehe

Minggu, 24 Agustus 2014

Beda sama SMA

Nggak kerasa udah satu tahun bergelut di Kampus Perjuangan. Bedaaa banget sama masa-masa SMA. Tempat baru, temen baru, suasana baru, tujuan baru, cara baru, momen baru, masalah baru, aturan baru, serba baru deh. Asyik sih, nggak 'ngoyo' kayak SMA, tapi berasa ada yang hilang aja selama setahun ini. Apa yaa? Entah, aku juga belum tahu. Yang pasti I miss senior high school moments soooo much :(

But, I gotta live on. Semoga di semester tiga dan selanjutnya bisa lebih nyaman sama kondisi di kampus dan bisa enjoy in every steps I take :') 

Senin, 09 Juni 2014

Love never Fails

When love comes, don't forget Him. And when it goes away, still remember Him.


"LOVE"

It is simple
But sometimes we make it complicated
It stays around us
But people always chase it 
It comes through our happiness and sadness
But we don't realize
It is worthful
But some people deny it
Whatever the world says about it
I believe that love never fails

Kekuatan Menyimpan Perasaan


Tetapi om tere, saya pengin tahu apakah dia suka saya atau tidak. Saya juga pengin dia tahu kalau saya suka sama dia. Bukankah itu nggak dosa? Nggak dilarang agama?"
--pertanyaan ini kita sebut saja datang dari Puteri, 16 tahun.
Maka berikut jawaban terbuka yang saya posting saja biar banyak yang ikut membaca:
"Tentu saja itu tidak dilarang agama, Puteri. Jatuh cinta itu tidak dosa.
Nah, hanya saja, coba dengarkan sesuatu yang akan Om jelaskan berikut. Tidak, Om tidak akan ceramah, hanya mengingatkan. Bahwa, ada sebuah kekuatan sakti tiada tara yang bisa dimiliki seseorang dari proses jatuh cinta. Kekuatan yang bisa membuatnya berubah menjadi amat mengagumkan. Kekuatan rahasia yang rumusnya amat terbalik dengan dipahami orang banyak--termasuk yang kamu pahami. Kekuatan rahasia di muka bumi.
Apa kekuatan itu? Itulah yang disebut dengan "Kekuatan menyimpan perasaan". Puteri jatuh cinta dengan seseorang di usia yang sangat mudah, maka simpan perasaan itu, sambil terus mengikrarkan diri akan menjadi wanita paling baik baginya kelak saat masa-masa itu tiba. Puteri ingin menjadi wanita paling cantik baginya, bukan? Menjadi wanita paling pintar? Paling mandiri dan bisa diandalkan, bukan? Maka simpan perasaan itu, simpan erat-erat, jangan biarkan tumpah, dan teruslah memperbaiki diri.
Sungguh, itu akan menjelma menjadi kekuatan hebat tersebut. Lima, enam atau sepuluh tahun lagi, saat masanya tiba, maka jadilah Puteri seorang wanita yang diinginkan, dengan tetap menjaga kehormatan perasaan. Well, kalaupun ternyata dia sudah dimiliki orang lain, yakinilah, Puteri akan mendapatkan pilihan berikutnya yang jauh lebih baik.
Itulah kekuatan rahasia di muka bumi tersebut: 'Kekuatan menyimpan perasaan'. Tidak akan dipahami oleh orang2 yang memilih buru-buru bilang, pengin tahu, pacaran, dan sebagainya. Mereka terlanjur asyik atas hal-hal yang buru-buru, melupakan kalau di luar sana ada banyak kesempatan dan jelas ada milyaran laki-laki lain.
Apakah ini benar-benar ada? Percaya pada Om, lakukan, maka sepuluh tahun lagi, tolong ceritakan ke banyak orang, apakah itu benar-benar terjadi.

~Kutipan salah satu status Om Darwis Tere Liye~

Saya setuju dengan pendapat Om Tere. Cinta bukan untuk diumbar dengan segala macam janji dan bualan semata. Cinta itu agung. Sebuah rasa terindah yang dititipkan Tuhan di dalam hati setiap manusia. Saya yakin dan percaya bahwa tiap dari diri kita memiliki cinta yang sejati. Allah, Rasulullah, ibu, ayah, kakak, adik, keluarga dan saudara serta sahabat terbaik kita patut untuk mendapat cinta tulus kita.  

Mungkin banyak dari kita yang pernah merasakan kecewa dan sakit hati karena cinta palsu seseorang. Saya tahu bagaimana rasanya dikhianati, ya saya paham. Sakit memang. Tapi yakinlah, selama kita memberikan kasih dan sayang tulus tanpa mengharap apapun kecuali kebahagiaan dalam hati, akan selalu ada cinta-cinta lain yang datang kepada kita. Tetaplah menyayangi dan mencintai orang-orang terbaik dalam hidup. Karena mencintai itu indah dan akan selalu menjadi indah :)

Minggu, 16 Maret 2014

Mencintai dalam Diam...

"Mencintai seseorang bukan hal yang mudah. Bagi sebagian orang, termasuk saya, mencintai orang merupakan proses yang panjang dan melelahkan."

Lelah ketika kita dihadapkan pada suatu keadaan yang tidak seimbang antara akal sehat dan nurani. Lelah ketika kita harus berlaku normal meski semuanya menjadi abnormal. Lelah ketika mata menjadi buta akibat dari perasaan yang membius tanpa ampun. Lelah ketika imajinasi menjadi liar oleh khayalan yang terlalu tinggi. Lelah ketika pikiran menjadi galau oleh harapan yang tidak pasti. Lelah untuk mencari suatu alasan yang tepat untuk sekedar melempar sesimpul senyum atau sebuah sapaan "apa kabar...". Lelah untuk secuil kesempatan akan sebuah momen kebersamaan. Lelah untuk menahan keinginan untuk melihatnya. Lelah untuk mencari secuil kesempatan menyentuh atau membauinya. Lelah dan Lelah dan Lelah...

Hanya sebuah sikap Diam dan keheningan yang lebih saya pilih. Diam menunggu sang waktu memberi momen. Diam untuk mencatat segala yang terjadi. Diam untuk memberi kesempatan otak kembali dalam keadaan normal. Diam untuk mencari sebuah jalan keluar yang mustahil. Diam untuk berkaca pada diri sendiri dan bertanya "apakah aku cukup pantas?". Diam untuk menimbang sebuah konsekuensi dari rasa yang harus dipendam. Diam dan dalam Diam kadang semuanya tetap menjadi tak terarah. Dan dalam Diam itu pula, saya menjadi gila karena sebuah rasa dan pesona tetap mengalir.

Sayangnya, dalam keheningan dan diam yang saya rasakan, lebih banyak rasa Galau daripada sebuah usaha untuk mengembalikan pola pikir yang lebih logis. Galau ketika mata terus meronta untuk sebuah sekelebat pandangan. Galau ketika mulut harus terkatup rapat meski sebuah kesempatan sedikit terbuka. Galau ketika mencintai menjadi sebuah pilihan yang menyakitkan. Galau ketika mencintai hanya akan menambah beban hidup. Galau ketika menyadari bahwa segalanya tidak akan pernah terjadi. Galau ketika tanpa disadari harapan terlanjur membumbung tinggi. Galau ketika semua bahasa tubuh seperti digerakkan untuk bertindak bodoh.

Apakah mencintai seseorang senantiasa membuat orang bodoh? Tentu tidak. Namun itu pula yang saya rasakan selama ini. Dalam kelelahan, diam, dan kegalauan yang saya rasakan selama ini, ada rasa Syukur atas berkat dari Sang Hidup atas apa yang saya alami. Syukur ketika rasa pahit menjadi bagian dari mencintai seseorang. Syukur ketika berhasil memendam semua rasa untuk tetap berada pada zona diam. Syukur untuk sebuah pikiran abnormal namun tetap bertingkah normal. Syukur ketika rasa galau merajalela tak terbendung. Syukur ketika rasa perih tak terhingga datang menyapa. Syukur karena tak ditemukannya sebuah nyali untuk mengatakan "aku mencintaimu". Syukur ketika perasaan hancur lebur menjadi bagian dari mencintai. Syukur ketika harus menyembunyikan rasa sakit dan cemburu dalam sebaris ucapan "aku baik-baik saja". Syukur atas rahmat hari yang berantakan akibat rasa pedih yang teramat dalam. Akhirnya, bagi saya, keputusan untuk mencintai melalui sebaris doa menjadi pilihan yang pantas. Setidaknya, mencintai secara tulus dalam doa, akan menjadi lebih bermakna. Karena saya diteguhkan justru menjadi berkat atas segala rasa perih yang ada di dalam diri.

Dalam doa akhirnya saya kembalikan semua kepada Sang Hidup. Bahwa terkadang akal dan perasaan campur aduk tak karuan arahnya. Bahwa saya juga bukan manusia super. Bahwa saya juga tidak bisa berlaku pintar sepanjang waktu, setiap hari. Bahwa saya juga punya kebodohan yang kadang susah untuk diterima akal sehat. Bahwa dengan segala kekurangan yang ada, saya berani mencintai. Bahwa saya bersedia membayar harga dari mencintai seseorang. Bahwa saya bersedia menanggung rasa sakit yang luar biasa. Bahwa saya mampu untuk tetap hidup meski rasa perih terus menjalar. Bahwa saya masih memiliki rasa takut akan kehilangan dalam hidup.

Dan hari ini, dari semua pembelajaran yang telah saya terima, berkembang menjadi sebuah bentuk kepasrahan. Sebuah zona yang terbentuk karena saya merasa tidak berdaya. Dimana saya merasa tidak memiliki kemampuan untuk membuat segalanya menjadi mungkin. Dimana saya tidak berani untuk membangun sebuah harapan. Dimana saya tidak berani untuk mengatakan "aku mencintaimu, mari kita pastikan segalanya, dan semuanya, hanya untuk kita berdua saja.".

Dan ini adalah pilihan terakhir yang saya miliki. Mencintai dalam kepasrahan, tanpa berharap, dan tanpa meminta. Meski sangat susah dan hampir mustahil bagi saya untuk tidak mengingatnya. Semoga saya bisa.
Dan hingga hari ini, saya masih mencintai dia. Saya sadar akan hal itu memberi rasa perih yang teramat dalam. Karena bagi saya, lebih susah untuk tidak mencintainya. Dalam perjalanan yang melelahkan, dalam diam dan keheningan. Dan tentunya dalam sebuah kepasrahan yang teramat dalam.

Dari saya yang mencintaimu dalam diam...

Sabtu, 04 Januari 2014

Jealous

~tumblr~

I can't see you with other girls, it is not because I hate you, it is because I can't stand feeling jealous.
When you'd talked more with the others,
When you'd stared at any other girls,
When you'd sent more messages to others,
When you'd given all your attention to those girls,
When you'd given your sweet smile to them,
When you'd told me that she was better than me,
When you'd spent your time by their sides,
You didn't know that you've just broken ones heart.
I don't want anyone else to have your heart, make you happier than I could, and be the one you love.
I don't want anyone to take my place :)

for you, my friend for lifetime :)